Badai itu pasti berlalu, yang perlu dilakukan hanyalah menari-nari mengikuti iramanya..
Misi
Halo blog? Gimana kabarmu? laba-laba sudah terlalu banyak membuat sarang di sini tampaknya #sembari pegang kemoceng dan menyingkirkan sarang laba2. Hahahaha sedih sekali melihat blog ini timbul dan tenggelam tidak jelas apa isinya (Ya Tuhan…).
Januari-Februari-Maret-April-Mei-Juni-Juli-Agustus, tak terasa tahun 2011 sudah memasuki bulan ke-delapan. Bulan Agustus sendiri, jadi bulan yang spesial. Selain saya berulang tahun pada pertengahan Agustus lalu, bulan ini juga bertepatan dengan Bulan Ramdhan 1432 H.
Banyak cerita, pengalaman selama beberapa bulan terakhir, yang khilaf terlupa untuk direkam dan diabadikan di blog ini. Sayang sekali, meski terkadang sudah tertulis, kebanyakan berakhir tersimpan dalam draft, atau bertumpuk pada file di laptop (sayang seribu sayang). Kenapa kebiasaan unfinish post ini tetap terbawa, walaupun saya sudah pindah rumah (pindah blog,red.)? Pertanyaan itu hanya saya yang bisa menjawabnya..
Nah..sekarang saya ingin mengutarakan sebuah misi. Misi yang menurut saya sangat menantang untuk dijalani dan dipenuhi. Misi itu adalah :
Mulai hari ini sampai akhir Agustus nanti, setiap harinya harus nulis segala hal yang seharusnya udah ditulis. Posting semua tulisan yang batal diposting. Dan selesaikan semua tulisan yang hanya berakhir di draft, tersimpan as a draft dan belum sempat dipublish. Meski tulisan-tulisan itusudah bukan cerita yang baru, mungkin cerita bulan lalu, minggu lalu. Ngga ada salahnya toh..merekam itu semua sekarang lewat tulisan. Toh ada sebuah pepatah yang mengatakan LATE IS BETTER THAN NEVER
![]()
Bismillah sajalah untuk misi besar ini ! Here We GO! Selalu ada cara untuk menyelesaikan sebuah cerita yang tertunda. Aku percaya….
Muda
Sudah aku putuskan untuk banyak-banyak membaca di libur panjang semester genap ini. Mungkin ini saatnya aku mengobati hausku akan pemikiran-pemikiran para orang muda yang telah melakukan sesuatu yang berguna di masa mudanya. Dan pada akhinya orang jenis itulah yang tidak akan terjebak dalam jaring penyesalan di masa tuanya. Dan tidak ada orang yang sukses di usia muda, kecuali ia yang berusaha lebih keras dan melakukan lebih dari yang lainnya. Dan aku tak akan pernah menyesal berada di sini, di tengah orang muda yang sibuk mengejar mimpinya. Mereka orang muda dengan semangat bergolak, meledak, berkoar dan memperjuangkan apa yang mereka percaya sebagai masa depan mereka. Mereka bukan akademisi yang sibuk mengejar nilai dalam sistem pengajaran yang sudah seharusnya dimuseumkan. Mereka bukan orang muda yang menggadaikan masa mudanya untuk dikomando dan duduk di lingkaran aman nan membosankan yang dipercaya sebagai jaminan masa depan. Mereka hanya orang yang menginspirasi, mereka orang muda yang selalu ingatkanku bahwa dunia terlalu besar hanya untuk digunakan duduk dalam lingkaran aman. Mari berjuang kawan untuk menjadi orang masa depan yang tidak akan terjebak penyesalan, menjadi orang yang akan tersenyum saat memandang ke belakang, ke masa muda yang penuh romantisme perjuangan. Aku percaya mimpimu, mimpiku akan jadi kenyataan! God Bless Me, God Bless You, My Friends..
Terlalu Lama
Sudah terlalu lama aku bermain-main. Ya, bermain dengan pikiranku saja. Bermain dengan kebingunganku semata. Bermain dengan imajinasi yang bahkan aku sendiri tak mengerti .
Sudah terlalu lama aku ber-asa, tanpa daya dan kuasa untuk mewujudkannya. Mungkin bukan aku tak mampu, tapi terlalu malas untuk itu, atau memang nyatanya aku tak mampu? Entahlah. Aku jengah.
Sudah terlalu lama keangkuhanku kuasai pikiranku. Mencabut sampai ke akarnya rasionalitas dan logika hingga aku lupa. Lupa cara berpikir dengan logi.
Sudah terlalu lama aku tak menjadi aku, entah siapa, sosok yang aku tak suka. Apa yang aku pikirkan, selalu tak selaras dengan apa yang aku katakan. Apa yang aku katakan berbanding terbalik dengan apa yang aku lakukan. Kadang aku ingin diam saja. Tapi tak bisa, dan itu membuat semuanya semakin berantakan.
Sudah terlalu lama aku mendengar kata mereka, tak pernah kataku, kata hatiku. Dan kata mereka sanggup menguasaiku.
Sudah terlalu lama aku menunggu. Menunggu untuk kembali menjadi aku. Aku yang sejak lama aku cari, entah di mana, hingga saat ini. Akhirnya kutemukan aku lagi, jauh di sana, tak terlihat siapa-siapa, hanya aku yang tahu. Karna aku hanya ada di lubuk hatiku.
Apakah ini hanya sebuah ungkapan? sebuah ungkapan ketidakpuasan yang tak akan terjawab.
Aku merindukan ‘aku’. Bukan ‘aku’ yang dulu, bukan kini, tapi ‘aku’ yang baru..karena sudah terlalu lama aku mencari ‘aku’.
Communalistic : Ketika Lingkungan, Seni & Musik Jadi 1
Communalistic “Communicaton, Culture and Music” , begitulah tajuk acara yang dihelat Departemen Ilmu Komunikasi Unair pada Sabtu (23/4) di Balai Pemuda Surabaya. Ini adalah satu dari rangkaian acara yang digelar untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Departemen Ilmu Komunikasi Unair (Hutkom) ke-23.
Beragam lomba mulai videografi, comic strip, lomografi, fotografi, hingga mural dengan tema lingkungan, perikanan dan kelautan diadakan di Communalistic.
Mural on the spot yang diikuti 15 tim dimulai di teras Balai Pemuda sesaat setelah acara dibuka pada pukul 14.00 WIB. Ruang Balai Pemuda dijadikan venue pameran hasil karya lomba fotografi, lomografi, comic strip, dan pemutaran videografi.
Acara yang mengusung tema lingkungan, seni, dan musik ini dimeriahkan dengan penampilan UKM Teater Mata Angin Unair dan band-band indie Surabaya seperti Porn Ikebana, Fleura, The Jane N Cox, The Ninits, Rainy Days, Hi Mom, dan Others .
Jangkar Bawono, selaku ketua acara HUT ke-23 Departemen Ilmu Komunikasi (Hutkom) mengatakan perlombaan yang diselenggarakan di Communalistic bertujuan untuk mengenalkan Ilmu Komunikasi pada masyarakat.
Even yang merangkul World Wildlife Fund (WWF) sebagai partnership ini juga sebagai ajang penghargaan atas daya kreasi dan seni yang ditampilkan peserta, dalam karyanya . Sedangkan pengambilan tema yang berhubungan dengan lingkungan, seni dan musik sendiri dipilih karena dianggap paling dekat dengan anak muda.
“Karena pendekatan lewat musik, dan lomba-lomba sejenis inilah yang paling gampang dan pas untuk anak muda di Surabaya” ungkap mahasiswa semester empat ini.
“Ya diharapkan pesan untuk menjaga lingkungan dan seni lewat even ini ini bisa dikomunikasikan kepada generasi muda, agar mereka lebih aware pada lingkungan dan terus berkreasi,” tambahnya.
Semakin larut, tak membuat semangat pengunjung untuk datang ke Balai Pemuda menjadi surut. Selain bisa menyaksikan pameran fotografi , lomografi,comic strip, mural telinga pengunjung juga dimanjakan dengan band performanc.
Setelah pengumuman pemenang perlombaab, acara ini diakhiri pada pukul 22.00 WIB dengan penampilan manis dari band indie asal Semarang Lipstik Lipsing . (dul)

Band indie asal Surabaya, 'Porn Ikebana' turut memeriahkan Communalistic dengan lagunya 'She Song'. Foto : Paramadina Y.A
Pentingnya Teknik dalam Fotografi
“Kalau asal jeprat-jepret itu gampang, tapi dalam mempelajari fotografi, teknik itu penting,” ujar Guslan Gumilang, dalam kuliah fotografi Kamis (24/3) di ruang 306 gedung A Fisip Universitas Airlangga.
Kuliah fotografi yang diikuti oleh 75 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi ini adalah pertemuan kedua dalam semester genap ini. Pada pertemuan kali ini dosen , Guslan Gumilang menyampaikan materi dasar fotografi mulai dari perkembangan kamera, sistem kerja kamera, hingga teknik dasar penggunaan kamera. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memahami korelasi antara ISO, Diafragma, Shutter Speed, dan fokus dalam pemotretan dengan menggunakan aplikasi fotografi.
Selama kuliah berlangsung Guslan Gumilang tak henti-hentinya mengingatkan pada mahasiswa agar tidak mengandalkan pengaturan auto saja dalam menggunakan kamera, “Jangan cuma gampangnya, tapi pelajari tekniknya”. Hal itu disampaikan mengingat banyaknya mahasiswa yang memiliki kamera berstandar internasional namun hanya berani bergaya jeprat sana jepret sisi dengan pengaturan auto. (dul)
LKMM-TD : Didik Mahasiswa Jadi Organisator yang Baik
Menjadi seorang mahasiswa pintar itu biasa. Namun pintar saja tanpa disertai soft skill dan kemampuan organisasi yang baik tentu akan mempengaruhi kualitas mahasiswa saat terjun ke masyarakat nantinya.
Demikianlah pesan yang coba disampaikan pada Latihan Ketrampilan Managemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Fisip Unair pada Sabtu dan Minggu (26-27/3/11). Pelatihan yang bertempat di ruang 314 gedung A Fisip Unair ini diikuti oleh kurang lebih 50 mahasiswa dari perwakilan Himaprodi, BSO, BEM, dan BLM yang ada di Fisip .
LKMM-TD merupakan agenda tahunan fakultas yang memberikan pelatihan dasar keorganisasian dan managemen mahasiswa mengingat pentingnya hal tersebut sebagai landasan dan bekal mahasiswa menghadapi dunia nyata. Seperti yang dikatakan Dr. Dwi Windyastuti. H, MA di sela-sela penyampaian materi tentang pengambilan keputusan di hari kedua LKMM-TD, “Pintar saja, tanpa memiliki pengalaman organisasi dan kemahasiswaan itu tidak cukup. Di sini mahasiswa diharapkan bisa menjadi organisator dan pemimpin yang punya ketrampilan managemen yang baik”.
Di sisi lain untuk menjadi organisator yang baik, bukan hal yang mudah. Seorang mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan individu namun juga harus bisa bekerja dalam sebuah tim. “Organisator yang baik adalah organisator yang mampu memngumpulkan puzzle-puzzle yang berserak menjadi suatu kesatuan yang bermakna,” tegas Drs. Priyatmoko, MA dalam materi manajemen konflik.
Pilihan materi yang disampaikan oleh pembicara di antaranya Drs. Roestoto. HP, SU (Dosen Administrasi Negara), Dr. Faleh Suaedi, Msi (Dosen Administrasi NegaraN , Drs. Eko Supeno, Msi (Dosen Adoministrasi Negara) tidak jauh dari keorganisasian. Selama dua hari peserta mendapatkan materi tentang managemen organisasi, manajemen kemahasiswaan, managemen konflik dalam organisasi, wawasan tentang perencanaan suatu program, hingga materi tentang pengendalian motivasi.
LKMM-TD berlangsung seru walaupun pada hari kedua jumlah peserta lebih sedikit ketimbang pada hari pertama. Namun peserta tetap antusias terhadap materi yang disampaikan oleh pembicara. Sesekali pemateri juga menyajikan materi dalam hal yang berbeda seperti memutarkan film motivasi atau mengajak peserta untuk melakukan simulasi dan diskusi agar materi tidak membosankan. (dul)











