Empat Bulan Kurang

Kurang lebih hanya tinggal empat bulan lagi  saya menjalani masa studi di sini. Rasanya cukup sedih mengingat sebentar lagi harus mengucapkan “selamat tinggal” atau mungkin “sampai jumpa lagi” pada tempat ini. Buat saya.. kuliah di sini seperti menekan slow button. I’m not in a rush and I enjoy everything. Mungkin terlalu enjoy. Sampai akhirnya sadar, waktu cepat sekali berlalu. Dan sudah waktunya untuk berpikir kembali tentang bagaimana hidup setelah ini.

Bagi saya kuliah selama satu tahun di sini, seperti “liburan”. Berlibur dari hiruk pikuknya kehidupan. Kehidupan yang serba cepat, dengan drama yang tak ada habisnya. Senang rasanya menjalani masa “liburan” ini. Menurut saya sangat penting bisa punya kesempatan belajar di sini dan keluar dari rutinitas harian .I think it’s good for my self development.. and it’s good to reset my life.

Pada akhirnya, saya tetap berkeyakinan kalau seberat beratnya kuliah, lebih berat kerja kok..sedrama-dramanya kuliah, lebih drama dunia nyata dan dunia kerja. Jadi selagi masih bisa lebih baik dinikmati saja masa “liburan” ini.  Dari awal sayang bilang “Sekolah itu gampang”. Bukan sombong, bukan songong, tapi memang demikian. Bukan berati saya  pelajar luar biasa yang selalu mengoleksi nilai A, distinction atau sejenisnya.  Bukan.. I’m just a normal student after all. I got a good mark (sometimes), I’m not doing good (sometimes). But that’s how life and school works isn’t it? So, whatever it is I’m always convincing my self to just..enjoy everything.

Apalagi tinggal empat bulan kurang.

Newcastle, 3 Juni 2017.
Akhir pekan, menyambut pekan depan, awal semester baru sekaligus semester terakhir studiku.

 

File_000 (1)

 

Rindu


Rindu ya..Sudah itu saja.

Dan aku masih bertanya-tanya di tengah tugas 3000 kata.

Kok bisa ya..

Pertanyaan yang seringkali kita pertanyakan bersama-sama. Dan kita pun tidak pernah tahu apa jawabnya.

Ya, kita banyak berbeda. Bukan cuma zona waktu saja. Bukan juga cuma beda, aku lahir di desa, dan kamu tumbuh di kota.

Tapi ya..Kita memang beda, kecuali..mungkin dalam rasa.

(dan dalam hal makan apa saja)

Rasa yang semoga bisa dijaga dengan sederhana.

Sudah itu saja

——

Newcastle, 26 Mei 2016

Pagi hari menjelang deadline essay 3000 kata.

FOI Act 2000

Freedom of Information Act 2000 in the UK probably is the most progressive policy that UK government has ever made. The policy that gives UK citizen the real right to access information from government, to know  information from at least 100.000 public sector organisations. A progressive policy to achieve what it is called as governmental tranparency… a policy that maybe…just impossible to be applied in my country. 

.

Rapid!

Akhirnya tiba masa di mana tidak punya cukup waktu  untuk sekedar masak buat diri sendiri. Waktu dimana lebih sering bertahan di kampus bahkan pulang pagi. Masa dimana sering lupa makan tapi minum kopi. Dua minggu terakhir, bisa dibilang sangat hectic. Dua minggu hanya berkutat dengan  Premiere Pro, InDesign, menyelesaikan satu group work  Journalism project yang bisa dibilang berat, satu tugas pribadi. Well, minggu depan masih ada satu exam dan essay 3000 kata.  Selama seminggu terakhir dua kali nginep kampus, pulang-pulang pusing banget. It’s been a while that I’m not experiencing this feeling again. Berpikir dan berkerja sampai ke batas. Sampai pusing dalam definisi yang sebenarnya.

Terakhir merasakan yang seperti ini waktu mau dekat deadline pengumpulan skripsi. Sebelumnya waktu masih berkerja di DetEksi Jawa Pos dulu. Lama tidak merasa tertantang seperti ini. Berpikir sampai ke batas. Capek memang. Tapi saat berhasil menyelesaikan tugas dengan  hasil yang diharapkan, Puas.

Aku wajib berterima kasih buat orang-orang yang selalu selalu ada . It seems too early to thank them, isnt it?  Biasanya kan kalau mau bilang makasih-makasih pas graduation.  Tapi gapapa apapun itu terima kasih banget buat Marina and Juan, temen kampus yang selalu taking care of me. Pastinya juga sebaliknya. Marina yang literally always there for me, a lil sist yang sering berlagak dewasa haha. Temen makan bareng, temen nemenin makan doang, temen curhat. Dan Juan,  partner barter makanan, temen begadang sampai larut malam. Bahkan satu dua strangers yang sekedar kenal karena sama-sama begadang di kampus yang kadang tukeran cemilan. Pastinya..satu lagi. Terima kasih buat yang selalu ada di  ujung line video call, yang suka menampakkan dirinya setiap ada kesempatan. Dan hanya sekedar nunggu sampai ketiduran.

Guys..I couldnt ask for more. Im grateful to have you..thank  you. God..thank you juga udah ngirimin orang-orang baik di sekitar ini untukku.

Saran aja nih yang mau ambil S2, Perlu dipertimbangkan untuk mengambil program yang setidaknya lebih dari 1 tahun. Bisa 1.5 tahun/2 tahun. 1 tahun is okay sebenarnya..fun aja kalau dibawa santai..cuma pasti rapid aja.

 

Newcastle, 20 Mei 2017 | 1 hari setelah submit 2 tugas, presentasi 1 tugas | 4 hari menjelang exam | 6 hari menjelang deadline 3000 kata |

 

This slideshow requires JavaScript.

Mimpi sederhana

Hari ini aku pulang dari kampus larut malam. Sepi..

Kukayuh sepedaku memecah  udara malam Newcastle. Dingin.. di sisi lain sangat melegakan. 

Menyenangkan.. rasanya bersepeda di malam hari seperti ini. Bebas.. tanpa hambatan. Menyenangkan.. 

Aku masih memimpikan sebuah  kehidupan yang serasa bebas seperti ini. Tanpa beban, tanpa banyak tuntutan.. bebas dari segala jenis persepsi, ekspektasi, ambisi..

semua berjalan nyaman dan tenang

Bahagia, yang sederhana.. 

Tapi katanya.. hidup tidak akan pernah bisa sederhana. Baik manusianya, baik hidupnya..semuanya. Hidup itu.. banyak maunya

Makanya.. 

aku hanya bisa bermimpi.. hidup bebas, bahagia yang sederhana. Mungkin selamanya.
Newcastle, 7 April 2017.

Di saat orang-orang menikmati spring break dengan berlibur ke Eropa, dan Amanda, salah satu teman baikku merayakan ulang tahunnya. Sebuah hari yang sederhana di sistem kehidupan yang tidak pernah bisa sederhana.

Food and Happiness

Someone said dont ever rely your happiness on someone. I think he’s right. From now, I will rely my happiness on food. Back to back to food again. Indeed..Food is the absolute happiness. Food never fails me. Food..will never hurt me. I love you food. 

But then I realize that.. it is difficult to separate our happiness and the people around us. We smile because of them, we laugh because of them. And food..cant make it. I dont smile and laugh because of food. 

Newcastle. 

Rindu Sementara

Akhir-akhir ini entah kenapa aku rindu pada Surabaya. Kota dimana aku belajar dan bekerja selama  berproses dan setelah aku jadi sarjana. Aku rindu hal-hal sederhana. Sesederhana makan nasi pecel Mba Susi sendiri di pagi hari, sesederhana beli makan 8 ribu kenyang di Molas seminggu 3  kali, sesederhana ngopi dan cangkruk  di warung kopi sambil diskusi soal mimpi..kadang ideologi. Sesederhana melewati jalanan Surabaya di malam hari, dan sesederhana bermalas-malasan di kamar no.6 kosan Tante Hartono setiap minggu pagi.
Rindu yang sederhana. Di saat yang sama, rindu ini justru membuatku tidak ingin pulang segera. Sebaliknya aku masih ingin menjelajah dunia. Biarlah rindu ini aku rawat dulu.. sementara.

 

Aku ingin berpetualang dulu. Dan terus menanam rindu.

Newcastle 15-03-2017