FOI Act 2000

Freedom of Information Act 2000 in the UK probably is the most progressive policy that UK government has ever made. The policy that gives UK citizen the real right to access information from government, to know  information from at least 100.000 public sector organisations. A progressive policy to achieve what it is called as governmental tranparency… a policy that maybe…just impossible to be applied in my country. 

.

Advertisements

Rapid!

Akhirnya tiba masa di mana tidak punya cukup waktu  untuk sekedar masak buat diri sendiri. Waktu dimana lebih sering bertahan di kampus bahkan pulang pagi. Masa dimana sering lupa makan tapi minum kopi. Dua minggu terakhir, bisa dibilang sangat hectic. Dua minggu hanya berkutat dengan  Premiere Pro, InDesign, menyelesaikan satu group work  Journalism project yang bisa dibilang berat, satu tugas pribadi. Well, minggu depan masih ada satu exam dan essay 3000 kata.  Selama seminggu terakhir dua kali nginep kampus, pulang-pulang pusing banget. It’s been a while that I’m not experiencing this feeling again. Berpikir dan berkerja sampai ke batas. Sampai pusing dalam definisi yang sebenarnya.

Terakhir merasakan yang seperti ini waktu mau dekat deadline pengumpulan skripsi. Sebelumnya waktu masih berkerja di DetEksi Jawa Pos dulu. Lama tidak merasa tertantang seperti ini. Berpikir sampai ke batas. Capek memang. Tapi saat berhasil menyelesaikan tugas dengan  hasil yang diharapkan, Puas.

Aku wajib berterima kasih buat orang-orang yang selalu selalu ada . It seems too early to thank them, isnt it?  Biasanya kan kalau mau bilang makasih-makasih pas graduation.  Tapi gapapa apapun itu terima kasih banget buat Marina and Juan, temen kampus yang selalu taking care of me. Pastinya juga sebaliknya. Marina yang literally always there for me, a lil sist yang sering berlagak dewasa haha. Temen makan bareng, temen nemenin makan doang, temen curhat. Dan Juan,  partner barter makanan, temen begadang sampai larut malam. Bahkan satu dua strangers yang sekedar kenal karena sama-sama begadang di kampus yang kadang tukeran cemilan. Pastinya..satu lagi. Terima kasih buat yang selalu ada di  ujung line video call, yang suka menampakkan dirinya setiap ada kesempatan. Dan hanya sekedar nunggu sampai ketiduran.

Guys..I couldnt ask for more. Im grateful to have you..thank  you. God..thank you juga udah ngirimin orang-orang baik di sekitar ini untukku.

Saran aja nih yang mau ambil S2, Perlu dipertimbangkan untuk mengambil program yang setidaknya lebih dari 1 tahun. Bisa 1.5 tahun/2 tahun. 1 tahun is okay sebenarnya..fun aja kalau dibawa santai..cuma pasti rapid aja.

 

Newcastle, 20 Mei 2017 | 1 hari setelah submit 2 tugas, presentasi 1 tugas | 4 hari menjelang exam | 6 hari menjelang deadline 3000 kata |

 

This slideshow requires JavaScript.

Rindu Sementara

Akhir-akhir ini entah kenapa aku rindu pada Surabaya. Kota dimana aku belajar dan bekerja selama  berproses dan setelah aku jadi sarjana. Aku rindu hal-hal sederhana. Sesederhana makan nasi pecel Mba Susi sendiri di pagi hari, sesederhana beli makan 8 ribu kenyang di Molas seminggu 3  kali, sesederhana ngopi dan cangkruk  di warung kopi sambil diskusi soal mimpi..kadang ideologi. Sesederhana melewati jalanan Surabaya di malam hari, dan sesederhana bermalas-malasan di kamar no.6 kosan Tante Hartono setiap minggu pagi.
Rindu yang sederhana. Di saat yang sama, rindu ini justru membuatku tidak ingin pulang segera. Sebaliknya aku masih ingin menjelajah dunia. Biarlah rindu ini aku rawat dulu.. sementara.

 

Aku ingin berpetualang dulu. Dan terus menanam rindu.

Newcastle 15-03-2017

Anak S1


Anak PPI Newcastle mayoritas merupakan mahasiswa undergradute. Kalau ikut acara kumpul-kumpulnya mereka, senang sendiri rasanya. Melihat mereka..bersemangat, ceria dan membara. Khas anak S1. Mengingatkanku saat masih S1 dulu. Dan saya merasa tidak sesemangat, seantusias, dan semenggebu-gebu seperti saat S1.. dulu. Apa cuma saya sendiri anak postgrad yang merasa begitu? Jawabannya tidak. Ini lucu. Banyak teman-teman postgrad lainnya yang juga merasakan hal yang sama. Kita antusias.. tapi secukupnya, kita ceria, juga secukupnya. Mungkin benar.. semakin tidak muda, semakin monoton pula melihat dunia. Tapi  bisa juga karena  kita sudah pernah merasakan fase-fase ‘Anak S1’ sebelumnya.  Aktif berorganisasi kanan-kiri, aktif bersosialisasi sana-sini,  sibuk beraktualisasi diri. Jadi sekarang saat melihat anak S1 dengan semangatnya yang sebegitu paling hanya bergumam “udah pernah kayak gitu, sekarang santai aja, nikmatin aja, udah cukup yang begituan”.
Berarti sama sama toh.. makin tua makin monoton. Jadi ingat analogi yang pernah dituliskan seorang kawan, tentang jenis olahraga dan usia. Saat muda.. kita di tahap main bola, bertambah usia kita main badminton, tuaan dikit ganti ke tenis, makin tua..main golf.  Hmm…The older we are, the more boring we could be.

Bisa jadi..

Semoga salah..

Guru Bukan Dewa, Murid Bukan Kerbau

“Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukan kerbau” – Soe Hok Gie

img_0842

Ya, guru bukan dewa dan murid bukan kerbau. Guru memang patut dihormati tapi bukan berarti selalu dibenarkan, dipuja dan dipuji. Murid juga bukan kerbau, kerbau yang dicucuk hidungnya, tak membantah, tak berdaya melawan, bisanya cuma mengikuti. Selama saya belajar di Newcastle, ungkapan “Guru bukan dewa, dan murid bukan kerbau” benar-benar saya pelajari. Tadi pagi saya tertegun melihat teman sekelas  menyampaikan pendapatnya, cenderung mengkritik cara mengajar salah satu pengajar  “I don’t pay thousands pounds to learn from handouts, or watching online tutorial on Youtube. I hope you can teach us, the very basic how to use this software, because I have no idea about this” . Sedikit keras, dengan ekspresi gusar, jengkel, kesal, sedikit marah..saat mengatakannya. Tapi yang jadi perhatian saya, bagaimana sikap pengajar tersebut menanggapi masukan dan kritikan itu. Dia mendengarkan, menyimak dengan baik, mengulangi masukan si mahasiswa, mengatakan akan memperbaiki cara mengajarnya. And more than that..he said “Thank you so much, it means a lot to me”.

Menerima masukan dan kritikan, sungguh tidak pernah menjadi hal mudah. Tapi dia menerimanya, dengan sangat terbuka. Saya bertanya apakah mayoritas pengajar Indonesia akan selegowo ini menerima kritik. Ataukah akan menjawab “Ini cara mengajaar saya, kalau anda tidak suka silahkan keluar”.

Saya tidak heran, kenapa mahasiswa di negara-negara maju lebih berani menyampaikan pendapatnya. Ya..karena mereka tidak diperlakukan sebagai kerbau yang harus terus tunduk. Di setiap kuliah saya selalu mengapreasiasi bagaimana pengajar mengapresiasi semua pendapat, masukan bahkan kritikan. Mereka juga mengapreasiasi anak didiknya secara merata tanpa berat sebelah atau memberi porsi khusus untuk satu-dua anak saja.

“Guru bukan dewa yang selalu benar, murid bukan kerbau”. Kemudian saya berusaha mengingat, pengajar-pengajar dari tingkat  dasar hingga perguruan tinggi di Indonesia yang mayoritas ingin diperlakukan setinggi-tingginya. Jangankan mau menerima kritik, tidak sedikit juga yang selalu ingin “dimengerti” dan kadang seenaknya. Terlebih..saat gelar lebih tinggi sudah disandangnya,

“Guru bukan dewa yang selalu benar, murid bukan kerbau”. Ini pengingat buat saya yang masih ingin menjadi  pengajar di masa depan.   Saat ini orang-orang yang menduduki posisi tinggi pendidikan di Indonesia memang mayoritas masih orang lama yang cenderung suka dihormati tapi kadang tidak mau menghormati kembali . Tapi semoga di masa depan akan lebih banyak pengajar di Indonesia yang mau menerima saran, kritik, dan mau kembali menghargai anak didiknya.. (secara merata).

Pendidikan dan insitusi pendidikan adalah tempat mencetak generasi bangsa. Maka engkau yang berperan sebagai pegajar tolong jangan seenaknya. Kalau ingin mencetak pemimpin bangsa, jangan pernah perlakukan anak didikmu seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.

Hak Diri

Percaya atau tidak, manusia kerap kehilangan hak atas dirinya sendiri. Kehilangan hak untuk hidup atas diri sendiri, sebagai manusia, seutuhnya. Seorang warga negara yang haknya kerap dikekang sistem di negara sendiri. Seorang umat yang hak dirinya kerap dibatasi norma dan aturan agama sendiri. Seorang istri yang hak dirinya kerap dibatasi suami, seorang suami yang hak dirinya kerap dibatasi istri. Seorang karyawan yang hak dirinya kerap didomiasi perusahaan tempat dia diberi gaji. Seorang anak yang hak dirinya kerap dikuasai orang tua sendiri. Mungkin sampai kapanpun, hak untuk memiliki diri kita sendiri tidak akan pernah kita dapatkan. Tapi aku tak masalah.. aku pikir kalau hak diriku untuk diriku sendiri aku akan jadi manusia paling egois di dunia ini. Dan satu lagi, manusia adalah makhluk sosial atau homo homini socius yang haknya pasti bersinggungan dengan hak manusia lainnya. Itulah cara kita hidup berdampingan selama ini.
Hak atas diri..mungkin selamanya tak akan pernah kita miliki secara hakiki. Kecuali kita mau hidup dalam hutan..seorang diri.

 

The Warm Newcastle

Newcastle.

Kota di ujung utara Inggris ini memang dingin. Sedingin angin yang menyambutku saat pertama kali aku keluar dari bandara Newcastle 20 September lalu, usai menempuh penerbangan 15 jam dari Indonesia (tidak termasuk transit di Dubai 8 jam lamanya). Tapi terima kasih Newcastle sudah menyambutku dengan cukup hangat. Dua minggu sudah aku menginjakkan kaki di sini. Sejauh ini tidak ada kesulitan yang berarti. Dua minggu pertama justru disibukkan dengan meyakinkan orang rumah kalau aku baik-baik saja di tempat baru ini. Menjadi anak rantau, sudah biasa. Mau lima jam dari rumah seperti antara Trenggalek-Surabaya atau sejauh inipun seperti Indonesia-Inggris Raya, ya sama saja. Toh kita sudah  dewasa. Jarak, bukankah justru jadi sarana dan ujian untuk benar-benar jadi dewasa yang sebenarnya.  Nikmati saja, sambil bersyukur tentunya. Semua ini pasti karena banyaknya doa yang mengiringiku berangkat ke sini. Jadi jangan jadi jumawa.

Alhamdulilah, aku baik-baik saja.

 

dscf1094

Para pemberi doa yang jumlahnya nggak kalah sama jumlah orang yang mau antar orang pergi haji. Terima kasih semuanya. Dan semua yang mendoakan meski orangnya tidak ada di foto ini.